3 Ribu Guru Sarjana Akan Dikirim ke Daerah Terpencil

Senin, 26 Desember 2011
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana akan mengirimkan sebanyak 3000 sarjana untuk dijadikan tenaga pendidik atau guru ke daerah terpencil, terdalam dan tertinggal (3T). Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pada Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Supriadi Rustad rencana pengiriman ini untuk mengatasi kelangkaan guru di daerah 3T tersebut.

“Program ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal tahun 2011. Akan tetapi efektif dilakukan mulai tahun 2012 dan akan berlangsung hingga tahun 2015,” ungkap Supriadi di Jakarta, Minggu (25/12).

Di dalam program yang bertajuk Sarjana Mendidik ini, lanjut Supriadi, secara tidak langsung juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebelum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).  Menurutnya, hal ini sesuai dengan ketentuan prasyarat menjadi guru.

“Jika dilihat dari ketentuan prasyarat untuk menjadi guru, para calon guru memang diharuskan untuk mengikuti pelatihan di LPTK. Kemudian, baru mengikuti  PPG,” ujar Supriadi.

Dengan begitu,  terang Supriadi, para guru yang lulus PPG dapat dipastikan memiliki kompetensi yang sesuai standar pemerintah dan bisa  menutupi kekurangan guru. “Pemenuhan guru di daerah 3 T ini memang berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Daerah ini tidak bisa menggunakan sistem rekrutmen. Oleh karena itu, pemerintah berpikir bahwa inilah cara yang tepat untuk memeuhi kebutuhan guru yang lebih cepat dan efektif,” tukasnya.

Lebih jauh Supriadi menambahkan, setiap tahunnya daerah 3T membutuhkan sebanyak 6 ribu orang guru atau tenaga pendidikan.  Program ini juga memberikan subsidi kepada lulusan SMA/SMK dari daerah 3T untuk menempuh pendidikan di LPTK. Mahasiswa yang mendapat subsidi ini wajib kembali ke daerahnya untuk mengajar.

“Hingga saat ini, sudah ada sekitar 7 ribu orang pelamar dari seluruh LPTK di Indonesia yang berminat mengikuti program Sarjana Mengajar ini. Tentunya, proses seleksinya akan sangat ketat, apalagi para guru yang dikirim ke daerah 3T  harus mampu bertahan selama satu tahun,” kata Supriadi. (cha/jpnn)

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s