Guru Bertanggung Jawab dalam Pendidikan Karakter

Semarang, CyberNews. Semua guru mata pelajaran harus bertanggung jawab dalam pembentukan karakter siswa. Kondisi ini agar materi dan metode penyampaian yang digunakan dapat mengarah pada pembinaan moral dan kepribadiaan.

Hal itu disampaikan Ketua PGRI Jateng Dr H Soebagyo Brotosedjati MPd pada Seminar Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Kontekstual di Kampus IKIP PGRI Semarang, Kamis (17/11). Dia mengatakan, pendidikan karakter pada mata pelajaran tertentu mungkin akan efektif, tapi pada umumnya tiap mapel harus ada kaitannya dan saling melengkapi.

”Hal ini karena, tidak mungkin suatu pelajaran membentuk karakter secara khusus,” ungkapnya.

Maka dari itu, bertepatan dengan HUT PGRI ke 66 dan Hari Nasional yang akan diperingati sebentar lagi, organisasi profesi guru ini menyarankan agar semua pendidik dapat memahami tentang pendidikan karakter kepada siswa. Dalam penyampaian materi kepada peserta didik harus mampu mengintegrasikan.

”Kalau guru SD mungkin bisa memberikan pembinaan secara komprehensif, karena mengampu semua mapel, tetapi untuk tingkat SMP keatas butuh integrasi agar tidak sulit membentuk karakter. Misalnya saja dia guru biologi atau matematika, maka mereka tetap harus bertanggung jawab mengintegrasikan pembinaan moral kepada siswa,” jelasnya.

Dalam kondisi apapun, saat ini guru adalah tombak pendidikan karakter, sebab melalui tangan dinginnya mereka akan membina anak didiknya di dalam kelas. Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) bidang Pendidikan Moral Prof Dr Masrukhi MPd mengatakan, tugas guru di kelas tidak hanya sebatas ‘transfer of knowledge dan transfer of science’, akan tetapi juga membina moral dan kepribadian.

”Dengan berbagai variasi, mengajar bisa memunculkan karakter. Dalam kehidupan pembinaan di lingkungan sekolah karakter bisa diciptakan melalui suasana yang kondusif dari kultur disana,” kata Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unnes ini.

Sementara itu, sekolah sebagai tempat implementasi pendidikan karakter juga perlu melakukan penilaian yang terukur. Kepala SMA 3 Semarang Hari Waluyo menyampaikan, penilaian pendidikan karakter yang dilakukan kepada siswa oleh sekolah juga perlu diketahui orang tua peserta didik.

”Seperti yang dilakukan oleh sekolah kami, ada lembaran khusus untuk menilai implementasi pendidikan karakter. Memang agak berat, tapi perkembangannya akan diketahui oleh orang tua siswa,” tandasnya.

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/11/17/102077/Guru-Bertanggung-Jawab-dalam-Pendidikan-Karakter.

(admin: fendya)

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan, Pendidikan Karakter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s