Banyak Guru Manipulasi Jam Ngajar

Selasa, 11 Oktober 2011

JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, dasar pemberian tunjangan sertifikasi guru ditentukan prestasi guru dengan total jam mengajarnya harus mencapai 24 jam dalam seminggu. Diakui, kondisi di lapangan ternyata banyak guru yang tidak bisa memenuhi atau mencapai syarat itu. ’’Sehingga, pembayaran tunjangan profesi ini pun tidak bisa dibarengkan pembayaran gaji,’’ ungkap Nuh di Jakarta kemarin (10/10).

Ia mengungkapkan, guru yang tidak bisa mencapai target minimal 24 jam tersebut disebabkan berbagai macam hal. Bahkan, lanjutnya, ada beberapa kejadian di mana para guru dan oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pemalsuan jumlah jam mengajar.

    ’’Banyak guru yang memalsukan jam mengajar 24 jam. Hal ini kami akui memang pengawasan atas pemenuhan jam mengajar itu juga belum secara ketat dilakukan,’’ ujarnya.

    Ia mengatakan, pembayaran tunjangan profesi dilakukan setiap tiga bulan sekali dan dibayar pada ujung bulan ketiga merupakan cara yang tepat dan tidak ada solusi lain. Keterlambatan dan lamanya proses pembayaran tentunya disebabkan pemerintah daerah juga harus melakukan pemeriksaan data yang membutuhkan waktu yang lama.

    ’’Sehingga, pembayaran tunjangan profesi melalui gaji tidak bisa dilakukan. Sebab, pemerintah daerah juga tidak ingin mengambil risiko jika ada kesalahan data jumlah mengajar para guru yang berakibat sanksi pidana,’’ tukasnya. (jpnn/c3/rim)

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s