Usulan Tambah Jam Mengajar Ditunda

Minggu, 11/09/2011 | 11:42 WIB

SURABAYA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh memastikan tidak akan menambah jam mengajar bagi guru yang sudah lulus sertifikasi. Sebelumnya guru yang sudah lulus sertifikasi diusulkan ditambah jam mengajarnya dari 24 jam per minggu menjadi 27,5 jam tiap minggunya.

“Sementara belum akan dinaikkan jam mengajarnya, yang penting 24 jam per minggu tetapi benar-benar itu dimanfaatkan secara benar,” kata Nuh, seusai reuni akbar di SMAN 9 Surabaya, Sabtu (10/9).

Nuh mengatakan, meski jumlah jam mengajar guru tidak ditambah, namun guru diharapkan bisa meningkatkan kualitasnya. Nuh menyebutkan setidaknya ada tiga variabel yang menentukan kualitas seorang guru.

Variabel pertama, kata dia, adalah dari sisi kehadiran absensi. Kehadiran menjadi hal utama yang harus ditingkatkan seorang guru dalam menjalankan tugasnya mengajar. Angka ketidakhadiran guru harus bisa ditekan karena memang menjadi faktor dalam proses belajar mengajar.

 “Dalam satu minggu ada 24 jam mengajar, berapa yang tidak hadir. Angka ketidakhadiran inilah yang perlu untuk ditekan,” katanya.

Variabel selanjutnya, sambung dia, adalah kinerja prestasi dan siswanya. Prestasi dari seorang siswa menjadi muara dari hasil mengajarnya. Tingkat kelulusan siswa menjadi salah satu indikator yang bisa dijadikan alat evaluasi kinerja guru.

Sedangkan variabel ketiga lebih masuk ke wilayah kolektif, yaitu sampai sejauh mana peran sang guru dalam membangun budaya belajar di sekolah. Ini sama halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler guru, misalnya ia ikut menulis pengembangan keilmuan, memberikan pendampingan pada kegiatan Pramuka dan sebagainya, yang ujungnya itu bisa membangun budaya di sekolah.

 “Itulah hal-hal yang harus dilakukan di dalam konteks mengevaluasi kinerja guru,” ujarnya.

Mantan Rektor ITS itu berujar hingga kini Kemendiknas belum memiliki sistem yang dapat digunakan untuk menghitung akurasi jumlah beban jam mengajar di luar tatap muka. Terlebih lagi pasca sertifikasi guru, yang sebenarnya sistem evaluasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mengukur kinerja guru. Guru yang belum memenuhi jumlah jam mengajar dipastikan tidak akan lulus sertifikasi guna mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).

“Nah, kita juga belum menentukan cara menilai kinerja itu.  Apakah sertifikasi seorang guru itu bisa benar-benar meningkatkan kinerja atau tidak,” katanya. yop

Sumber:http://www.surabayapost.co.id/

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s