Cegah Kecurangan Ujian, Pemerintah Tanamkan Integritas

TEMPO Interaktif, Jakarta – Untuk mencegah kecurangan ujian nasional yang kerap terulang, pemerintah bertekad menanamkan integritas dalam pendidikan. Antara lain, melalui pendidikan karakter dan internalisasi konsep integritas dalam pendidikan guru. Namun, prosesnya perlu waktu panjang.

“Proses tidak bisa karbitan, kalau mulai sekarang, mungkin baru lima tahun lagi hasilnya,” ujar Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam konferensi pers di gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Rabu 15 Juni 2011.

Menurut dia, pemerintah telah mengubah rancangan pendidikan guru. Jika tadinya orang dengan latar belakang apa pun bisa jadi guru, sekarang calon guru haruslah menempuh pendidikan guru. Dalam program pendidikan itu, ada pembentukan karakter guru sebagai pendidik yang tepat. Nilai-nilai integritas ditanamkan dalam proses tersebut.

Nuh mengatakan kini ada sekitar 31 juta orang murid sekolah dasar, dengan guru berjumlah 1,2 juta orang saja.

Setiap ujian nasional dilaksanakan, selalu ada laporan kecurangan. Salah satu yang terbaru dan memicu kontroversi adalah kasus di Sekolah Dasar Negeri 2 Gadel Surabaya, di mana sejumlah guru memerintahkan murid yang pintar untuk memberi sontekan bagi kawan-kawannya.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/06 /15/brk,20110615-340916,id.html

(admin: effendya )

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s