KRITERIA GURU YANG DIIDOLAKAN SISWA

Berdasarkan kesimpulan hasil angket yang disebar kepada seluruh siswa SMPN 3 Baradatu, sejumlah 107 orang  dari kelas 7, 8 dan 9, pada minggu ke-2  Maret 2010 yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 3 Baradatu, Bapak Drs.Bagya Triyana,M.Pd dan Waka Kesiswaan Ibu Leli Triana,S.Pd yang telah disetujui oleh Kepala SMPN 3 Baradatu Bapak M.Zayadi,S.Pd dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran setiap anak didik atau siswa memiliki suatu harapan, keinginan disamping juga keluhan-keluhan terhadap gurunya.

Dari sudut pandang siswa, seperti apakah sosok seorang guru yang dapat menjadi idola siswa, dan apa saja yang menjadi penyebab sehingga seorang guru kurang disukai siswanya ?

Seperti yang disampaikan oleh ibu Leli Triana,S.Pd dalam Rapat Dinas Rutin bulanan  guru dan staf TU SMPN 3 Baradatu pada hari Kamis, 25 Maret 2010 dari pertanyaan tesebut dapat disimpulakan sebagaimana dibawah ini.Kriteria yang membuat siswa mengidolakan gurunya sbb

    1. Jelas dalam penyampaian materi pelajaran.
    2. Memberikan materi pelajaran dengan sabar dan mengayomi sehingga  mereka merasa terlindungi.
    3. Lembut dan santun bahasanya, tetapi tegas dalam menerapkan aturan yang berlaku dikelas.
    4. Dalam proses Belajar Mengajar (PBM) tidak tegang/serius dan materi didapat.
    5. Guru tidak pilih kasih, adil kepada setiap siswa laki-laki, perempuan, cantik, ganteng/jelek, kaya atau miskin.
    6. Penampilan sewajarnya, tidak berlebih-lebihan.
  1. Kriteria yang membuat siswa tidak/kurang menyukai gurunya sbb:
    1. Dalam menyampaikan materi tidak jelas / tidak nyambung.
    2. Dalam PBM hanya menyampaikan intruksi saja, tanpa variasi bahkan jarang ada pemberian/penjelasan materi dari guru tsb.
    3. Dalam pengelolaan kelas selalu dikuasai perasaan emosional negatif seperti:

–    Cerewet, marah-marah, tegang, tidak nyaman, dendam

–    Mengomel, mencubit, memukul, menampar dengan mudah,

–    Menghina siswa dengan perumpamaan nama binatang.

4.  Guru pilih kasih, tidak adil.

5.  Dalam PBM lebih banyak berceritanya diluar materi daripada    pemberian materi.

6.  Dalam PBM guru banyak meningalkan kelas.

7.  Penampilan guru berlebihan.

Effendy Akmal (admin)

Pos ini dipublikasikan di Berita Sekolah, Kompetensi Paedagogik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s