PEMIKIRAN KREATIF

PEMIKIRAN KREATIF
Oleh : Muhammad Fahruddin S.IP
http://www.kpg-jogjakartaindonesia.com
Buku Kelvin Seifert

Kreatifitas adalah usaha menghasilkan gagasan-gagasan, aktivitas-aktivitas dan obyek-obyek baru., mengigat bahwa pada tingkatan-tingkatan tertentu kreatifitas merupakan sebuah bentuk proses berfikir. Sebuah sudut pandang menjelaskan kreatifitas sebagai pemikiran bercabang, kemampuan menghasilkan sebuah variasi yang terdiri aneka solusi, meskipun aneh tidak biasa, terhadap masalah. Pemikiran bercabang seringkali dilawankan dengan pemikiran terpusat, pemikiran terpusat adalah kemampuan menghasilkan sebuah solusi yang baik bagi sebuah masalah. Sebagian masalah cenrung membutuhkan pemikiran bercabang: dan sebagian yang lain membutuhkan pemikiran terpusat. Dan sebagian individu memiliki kecendrungan untuk memberikan solusi terpusat dan sebagian yang lain, solusi bercabang terlepas dari masalah apapun yang sedang dihadapi.. Mengingat instruksi lebih menghargai pemecahan masalah secara terpusat, maka para siswa yang memiliki kreatifitas terkesan sering terabaikan.
Pemikiran bercabang memiliki empat buah fitur penting. Yang pertama adalah Kefasihan, Kemampuan menghasilkan aneka respon, tanpa intrupsi eksternal, terhadap sebuah stimulasi atau masalah. Kedua Fleksibilitas, Kemampuan untuk mendekati sebuah masalah dari berbagai sudut tanpa terpaku pada sebuah sudut tertentu. Ketiga Orisinilitas, kemampuan menciptakan sebuah respon unik atau tidak lazim. Keempat Keluasaan, Kemampuan menambahkan kekayaan atau aneka detail terhadap sebuah respon.
Pengajar atau guru menganjurkan perilaku dan pemikiran kreatif dalam sejumlah cara Pertama, cara ini mungkin yang paling nyata, dimana para guru bias memberikan hadiah terhadap gagasan-gagasan dan kegiatan-kegiatan orisinil setiap kali gagasan atau kegiatan tersebut muncul. Cara tersebut terkadang lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan cara-cara lain. Misalnya, Cara tersebut mungkin lebih mudah digunakan dalam kelas seni atau menulis, saat dimana para siswa akan menjadi kretif dengan sendirinnya. Sebaliknya cara tersebut sangat mungkin digunakan dalam sebuah diskusi yang terfokus, dimana para guru mencoba menyampaikan pemikiran-pemikiran tertentu kepada siswa, sehingga komenytar bercabang dari para siswa akan lebih terkesan sebagai sebuah kreatifiras.
Diposkan oleh KOMUNITAS PENA GURU di 05:12 0 komentar
Sabtu, 19 April 2008
EMPAT KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI GURU
Ditulis oleh jufrisyahruddin di/pada Juli 18, 2007
PASAL 28 ayat 3 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan secara tegas dinyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai agen pembelajaran. Keempat kompetensi itu adalah kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan kompetensi social.
Dalam Panduan Sertifikasi Guru bagi LPTK Tahun 2006 yang dikeluarkan Direktur Ketenagaan Dirjen Dikti Depdiknas disebutkan bahwa kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja.
Kepmendiknas No. 045/U/2002 menyebutkan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Jadi kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan penetehuan, keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran.
Kompetensi pedagogic adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Di sini ada empat subkompetensi yang harus diperhatikan guru yakni memahami peserta didik, merancang dan merancang pembalajaran, melaksanakana evaluasi dan mengembangkan peserta didik. Memahami peserta didik mencakup perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor dan mengetahui bekal awal peserta didik.
Sementara itu, merancang pembelajaran dimaksudkan bahwa guru harus mampu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan kemudian bisa mengaplikasikan rancangan itu di dalam proses pembelajaran sesuai alokasi waktu yang sudah ditetapkan. Di samping itu, guru mesti memiliki kemampuan melakukan evaluasi baik dalam bentuk “on going evaluation” maupun di akhir pembelajaran. Sementara itu, mengembangkan peserta didik bermakna bahwa guru mampu memfasilitiasi peserta didik di dalam mengembangkan potensi akademik dan non akademik yang dimilikinya.
Yang dimaksud dengan komptensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Subkompetensi mantap dan stabil memiliki indicator esensial yakni bertindak sesuai dengan hokum, bertindak sesuai dengan norma social, bangga menjadi guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur.
Guru yang dewasa akan menampilkan kemandirian dalam bertindak dam memiliki etos kerja yang tinggi. Sementara itu, guru yang arif akan mampu melihat manfaat pembelajaran bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat, menunjukkan sikap terbuka dalam berfkir dan bertindak. Berwibawa mengandung makna bahwa guru memiliki prilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan perilaku yang disegani.
Yang paling utama dalam kepribadian guru adalah berakhlak mulia. Ia dapat menjadi teladan dan bertindak sesuai normaagama (iman, dan taqwa, jujur, ikhlas dan suka menolong serta memilki perilaku yang dapat dicontoh.
Kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Guru harus memahami dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep atarmata pelajaran terkait dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru juga harus menguasai langkah-langkah penelitian, dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan dan meteri bidang studi.
Kompetensi social merupakan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kepentidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Guru tidak bisa bekerja sendiri tanpa memperhatikan lingkungannya. Ia harus sadar sebagai bagian tak terpisahkan bagi dari masyarakat akademik tempat dia mengajar maupun dengan masyarakat di luar.
Ia harus memiliki kepekaan lingkungan dan secara terus menerus berdiskusi dengan teman sejawat dalam memecahkan persoalan pendidikan. Guru yang jalan sendiri diyakini tidak akan berhasil, apalagi jikalau dia menjaga jarak dengan peserta didik. Dia harus sadar bahwa inteaksi guru dengan siswa mesti terus dihidupkan agar tercipta suasana belajar yang hangat dan harmonis.
Keempat kompetensi di atas merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Masing-masingnya bukanlah hal yang berdiri sendiri-sendiri. Justru itu, antara kompetensi pedagogic, kepribadian, professional dan social akan saling menunjang dan bisa tampak secara utuh dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan pergaulan di luar kelas.
Di dalam pelaksanaan proses sertifikasi kompetensi ini akan menjadi penilaian dan tolok ukur keberhasilan seorang guru. Artinya, hanya guru yang kompeten dan terampillah yang akan lolos dalam sertifikasi. Justru itu, kalau guru ingin mendapat sertifikat pendidik, ia harus bekerja keras baik di dalam menyiapkan materi ajar maupun dalam proses pembelajaran itu sendiri. Ia pun harus mampu menampilkan sosok pendidik yang disegani dan diteladani serta menjadi pemuka di dalam masyarakat. (
Diposkan oleh KOMUNITAS PENA GURU

Pos ini dipublikasikan di Kompetensi Paedagogik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s