Depdiknas Libatkan Pemda Cetak Buku Pelajaran Murah

Dengan kisaran harga antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu, siswa di Indonesia sudah bisa mendapatkan buku dengan kualitas yang cukup baik.

Keberadaan buku-buku teks pelajaran murah akan segera terealisasi hingga ke daerah. Kebijakan pengadaan buku teks pelajaran murah yang digagas Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)memungkinkan pemerintah daerah (pemda) untuk mengambil bagian mencetak sendiri buku-buku pelajaran tingkat SD hingga SMA.

Dengan memperhatikan UU No 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, buku murah yang dicetak pemda akan memangkas harga hingga 15 persen. ”Pemda tidak mengambil untung dalam cetak buku pelajaran sehingga pemda bisa memberikan buku yang jauh lebih murah sekitar 15 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) buku murah yang ditetapkan Depdiknas,” ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo, dalam ‘Sosialisasi Program Buku Murah’ yang dihadiri seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Indonesia, di Gedung Depdiknas, Senin (23/6).

Menurut Mendiknas, saat ini pemerintah sedang giat menggalakkan keberadaan buku pelajaran tingkat SD hingga SMA yang sangat terjangkau. ”Dengan kisaran harga antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu, siswa di Indonesia sudah bisa mendapatkan buku dengan kualitas yang cukup baik,” jelasnya.

Untuk HET, kata Mendiknas, pihaknya telah memperhitungkan biaya percetakan, distribusi, serta keuntungan 15 persen. ”Oleh karena itu, saya berani bilang kalau buku dari pemda bisa lebih murah, karena tidak mungkin mengambil untung 15 persen itu. Nantinya ada dua versi buku, yakni buku yang hak ciptanya sudah dibeli Depdiknas dan buku yang dihasilkan IKAPI,” tegasnya.

Bagi daerah-daerah terpencil, kata Mendiknas, pemerintah juga akan membagikan CD yang berisi copy-right kepada dinas setempat untuk digandakan di daerahnya. Saat ini, Depdiknas sudah membeli 49 hak cipta buku dari rencana 205 jilid. ”Kami usahakan sebelum Agustus 2008, target itu bisa terpenuhi,” jelasnya.

Saat ini, kata Mendiknas, Depdiknas juga sedang menentukan HET untuk buku-buku terbitan anggota IKAPI yang tidak dibeli hak ciptanya oleh Depdiknas. ”Harga eceran tertingginya tidak akan jauh berbeda dengan harga eceran tertinggi untuk buku-buku yang hak ciptanya sudah dibeli oleh Depdiknas,” katanya.

Selain keberadaan buku murah, sesuai dengan Permendiknas No 11/2005 tentang Perbukuan, pemda juga bisa menggiatkan usaha toko buku di masyarakat dengan adanya buku murah tersebut. ”Demikian juga pihak sekolah, bisa mengupayakan agar di perpustakaan ada buku-buku pelajaran yang bisa dipinjam anak didik,” cetusnya.

Sementara itu, mengenai keberadaan situs Buku Sekolah Elektronik (BSE) sebagai pendukung program buku murah, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Depdiknas, Lilik Gani mengatakan, program BSE sudah disiapkan semaksimal mungkin. Saat ini, lanjut Lilik, situs milik pemerintah tersebut sudah dikunjungi sedikitnya 1,7 juta orang.

”Kami mempersiapkan jaringan layanan internet untuk masuk ke pemda-pemda di seluruh Indonesia. Kami juga mempersiapkan sistem keamanan situs serta terus menerus mengembangkan teknologi modern untuk interaksi antara pengunjung dengan pengelola situs,” jelasnya. eye

Ikhtisar:

– Pemerintah juga akan membagikan CD berisi copy-right kepada kepada daerah-daerah terpencil sehingga dinas setempat bisa menggandakan di daerahnya masing-masing.
– Saat ini Depdiknas sudah membeli 49 hak cipta buku dari rencana 205 jilid.

Pos ini dipublikasikan di Berita Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s